Puisi Cerpen “Cerai”

                              Menyapa gelap dan hitam tak bercahaya,

                        kau kira mata tajamku tak awasi dari remang.

                  Petiklah satu kelopak mawar hitamku dan hancurkan,

            tak kan kau lihat perlawanan dari ruang hampa,

      namun itu tak lama dan tak  akan lama, sayang,,,

Sebentar akan kau rasakan duri tajam di jarimu,

menusuk pada kedalaman yang kau miliki.

      Lalu puaskan memandang kelopak menggelepar,

            di sana hanya ada luka dalam kasat matamu itu,

                  hanya ada rintihan dalam tipuan pendengaranmu,

                        hanya ada kesakitan, apa yang kau rasa kini?

                              Tak kan lama rasamu yang kau kira ada.

                              Sebentar puaskan diri pada luka di sini,

                        yang kau kira ada dan akan membunuh jiwaku,

                  lalu rasakan darah mengalir dari celah hatimu.

            Tak kan lama yang kau kira ada kini menjadi tiada,

      tak lama keniscayaan diriku pada tiap kelopak hitamku,

tak akan lama dan kau akan segera tahu seberapa lama,,,

semua tak lama…

 

– MH –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s