‘DeRi-t ‘Debu

Ri,,,

Aku sudah lelah berdebu.

Hari sudah larut, baru saja kututup pintu ini,

Maaf jika kau tak lagi dapat masuk ke ruang ini.

Anak kunci terjatuh aku tak dapat menemukannya kembali,

sampai kelak kau dapat berikan kunci itu padaku,

dan aku dapat kembali membuka pintu ini untukmu.

 

Ri,,,

Suaramu berderit membosankan.

Segeralah cari kunci itu di antara gelora katamu.

Pada hari-hari lalu di antara puing malam dan remah angin.

Bulan tersenyum simpul mengintip aroma dustamu.

Cepatlah hentikan derit katamu nan berdebu.

Agar sinarnya tak senyalang sinar matamu.

 

Ri,,,

Aku masih menanti.

Kau harus tahu kata kunci untuk kembali padaku.

Bersama memeluk tirai bisu tak beku.

Jangan hanya menghambur kata dan bersembunyi di balik pintu,

yang ber-derit semakin nyaring namun berdebu,

agar cinta dan rindu yang kau tawarkan tak basi dan lucu.

 

Selamat malam Ri,,,

Aku masih di sini.

– MH –

——————————————————————

Hai kau,,,

Jangan berteriak lagi padaku, aku sudah bosan mendengarnya.

Berteriaklah pada dirimu sendiri, agar kau tahu apa makna katamu.

Lalu derit katamu tak berdebu di dalam rongga telingaku.

One response to “‘DeRi-t ‘Debu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s