“Aku Bukan Lembayung”

Novel Melukis Langit Babak Kedua

“Aku Bukan Lembayung”

 

Puniawati meremas ponsel dalam genggamannya, menghisap rokoknya dengan kuat, lalu menghembuskan asapnya dengan sekali hentakan. Ditekannya topi yang dikenakannya agar lebih menutupi wajahnya yang sedang menahan tangis dan marah. Matanya sedetikpun tak mau lepas dari suaminya yang sedang bernyanyi dengan ceria di salah satu ruangan karaoke dengan ditemani seorang gadis. Sesekali gadis itu bergayut manja di lengan suaminya, lalu mereka tertawa gembira. Puniawati menatap lekat pemandangan di depannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s