“CAHAYA”

Bloody Black Rose

"Masih Edisi Narsis"

–LAHIR-MENEMPUH PERJALANAN-MATI BUKANLAH AKHIR–

Berjalan ke hilir tiada henti dan semua menyingkir

menyingkir begitu saja bagai rasa tiada pernah hadir

angin ini tiada semilir sudah menuai rasa berbutir-butir

cintaku tersingkir hampir tak terasa berjalan kembali ke hilir.

Sudahkah ranum buah di pekarangan tanpa pohon juga dahan

kau tanam begitu saja tanpa batang kayu penguat dedauan

sudah sudah dan sudah kata penghujungmu untuk tipuan

kau biarkan lelah terbengkalai bersandar pada halaman.

Lalu kau mencoba ada untuk hari-hari yang telah beku

membeku hanya untukmu andai saja kau sedikit ingin tahu

namun ingin tahumu bukan lagi menjadi penghalang hari-hariku

akan kubiarkan semua berlalu tanpa menggores setitikpun bingkaiku.

Sebuah bingkai lukisan yang bahkan kau tak pernah tahu yang kulukis

kulukis begitu saja ikuti alur yang kau cipta & tak pernah terkikis

akan terus kuukir setiap rasa warna dan nada tanpa tangis

hingga engkau bersimpuh pada gema takbir berlapis.

-Mawar Hitam-

(Bait Penutup novel tetralogi “CAHAYA” – lanjutan “MELUKIS LANGIT”)

8 responses to ““CAHAYA”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s