Lorong

Lorong ini,

Trasa panjang?

Gelap dan dingin?

Atau sejuk, nyaman?

Semua terserah padamu.

Akan terasa seperti apa saja.

Kau ingin panjang akan panjang.

Kau ingin gelap juga ‘kan segera gelap.

Seperti itu dan semudah itu jadinya di sana.

Sama mudah dengan saat kau nikmati terangnya.

Yang segra kau lupakan bagaimana indah nikmatnya.

Saat kau sibuk ‘cari celah untuk terang dan juga warnanya.

Kau segera lupa di sanalah letak terang dan segala warna tlah ada.

Lalu kau berlari mengejar yang tak pasti, tinggalkan lorong itu segera.

Tak kau hiraukan lagi di sana lentera ada di tanganmu, siap berikan sinarnya untukmu, sedang kau masih bimbang dan kebingungan hendak ke mana. Meniti langkah semakin ragu, memoles hati dengan air mata, menatap panjangnya lorong dengan gelisah, lalu tak hiraukan lagi hangat dari selingkar dinding yang telah lindungimu dari terpaan angin gurun. Yang kau rasa hanya dingin dan bekunya, hingga terlupa olehmu kau telah berada di tempat yang hampir tepat untukmu, sesuai dengan lukisan yang telah ditata untukmu. Dan lorong ini, pertemukan kita dalam lingkaran yang sama. Ilustrasi Image Google. By Kit Rose. MH101070

★-»•*•.¸¸❤¸¸.•.¸¸❤¸¸.•*•»-»•*•.¸¸❤¸¸.•*•»★

8 responses to “Lorong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s