Usai

Sejenak lalu aku tertawa,

untukmu dan juga untuk mereka,

kini aku tersenyum menahan air mata,

saat kutahu kegembiraan telah usai dipertunjukkan,

lalu kembali ruangan ini hening, senyap seperti hari-hari lalu.

Sejenak lalu aku bersamamu,

juga bersama kicau burung dan mentari,

kini aku kembali sendiri seperti hari-hari yang lalu,

saat kusadari hariku memang hanya untuk kesendirian ini,

lalu kembali aku menggali dasar hati yang kutahu tak lagi berdasar.

Kini semua telah usai,

bersama senandung kerinduan,

dan entah senandung apa lagi aku tak lagi tahu,

kala kusadari aku memang tak lagi ingin bersenandung,

agar semua segera usai dan kembali kupeluk dinding kelabu dan hitam.

Esok ‘kan kukemas kembali tawa yang tlah usai ini bersama dini hari,

menabur lembar baru pada dedauan hingga ujung senja,

agar hari lebih berwarna dan tak ada duka,

menawar sejenak tiup angin,

bawakan mantra,

cinta.

——————————————————————————————————–

Sadarilah bahwa semua akan usai pada akhirnya. Semua telah diatur oleh alam dan kau tak akan mampu menggeser yang tlah tertata dengan rapi di siang, malam dan dini hari.

——————————————————————————————————–

by Kit Rose

Ilustrasi Image Google

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s