Hilang

Malam kehilangan hitamnya,
siang pun kehilangan terangnya,
hitam dan putih kehilangan warnanya,
lalu dia menjerit pilu bercampur duka dan murka,
berteriak dadanya begitu lapang untuk derita.

Harga kehilangan mahalnya,
asmara pun kehilangan geloranya,
cinta dan rindu kehilangan kehangatannya,
lalu dia menjerit lantang dirinya penuh dengan cinta,
memekik penuhi rongga dan altar dengan raungan cinta.

Aku pun kehilangan rasa,
ragaku kehilangan bentuk dan warna,
jiwaku kehilangan arah entah ke mana harus berlari,
rasa, raga dan jiwa menyatu dalam bilik keheningan malam,
lalu Dia datang satukan yang terburai hingga menjelma dalam bingkai.

Kini jiwa terbuka untukNya,
‘slidiki dan nyatakan ‘sgala perkara,
untuk singkapkan semua yang terselubung,
lalu hilang gundah dan nestapa pada tepian malam,
esok fajar kembali menyingsing hilangkan gelap dan pekat malam.

Hilang wajah duka oleh mentari pagi.
Hilang hati nestapa oleh Nyanyian Surgawi.
Hilang keraguan atas CINTA dan RINDU pada kelopak mawar hitam.

by Kit Rose

Ilustrasi Image Google

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s