Ketika

Ketika ayam berkokok dan seorang lelaki terbangun,
berteriak lantang dia sambil tertegun,
rumah sudah berdiri megah dan anaknya sedang bermain,
lalu tersadar ingin berlari menjauh,
kepuasan lain belum semua terjamah dirasa olehnya.

Ketika laut marah dan perahu terkoyak,
sang nelayan tersadar bahwa Tuhan tidak main-main,
Harus berlarikah atau menyelamatkan perahunya?
Dan dia berlari semakin menjauh,
tak peduli seonggok perahu,
yang telah dia rajut dengan jemari terkelupas,
terapung hampir karam.

Dan ketika awan semakin gelap menjelang malam,
di antara dua bintang tersenyum di langit,
induk masih meramu tarian cinta untuk anak-anaknya,
menari menyambut malam menyongsong terang,
temani hati entah milik siapa di ujung sana,
lalu sendiri merajut kembali puing sampan,
agar esok dapat mengarungi kembali laut lepas.

Ketika dini hari menyapa,
tak ada lagi senyum untuknya,
hanya wajah-wajah penuh amarah,
haruskah dia menyingkir dan lenyap seketika,
agar tak ada lagi sisa nestapa di wajahnya,
dan semua kembali tersenyum bahagia.

Ketika semua pergi dan ingin menjauh,,,

by Kit Rose

Ilustrasi Image Google

2 responses to “Ketika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s