Pulau Asmara

Kutatap hening menyeruak di belantara takdir membisu,
berkelana diantara sampan-sampan mengitari jasad beku
berselimut kabut tebal penuh aroma cinta dan nestapa
penuh cinta menanti bila di antara sampan berhenti ke tepianku

Binar asmara memancar dari dedaunan rumahku,
bertabur embun alunkan irama syahdu
lelah kan berganti langit membiru berbaur rindu
kurentang tangan tuk pelukan cintamu

Kuberikan hari ini, esok dan lusa untukmu,
kuberikan  tepian hijau dan batu cinta hanya untukmu
aku kan selalu di sini hilangkan kesendirianmu
merangkai binar asmara di antara sampan-sampan dan hijauku

Wahai sampan-sampan berkelana,
bilakah bidukmu berlabuh di tepian asmaraku
dan jangan kau lebur keceriaan ini bersama kabut di sana…

by Kit Rose

Ilustrasi Image Google

12 responses to “Pulau Asmara

  1. Wahai Dermaga Rindu
    tlah kudengar pinta dan doamu
    memenuhi selurung relung hasrat dan harapku

    aku telah penat
    mendayung kayuh di perjalananku
    semoga belum bertambat biduk lain di pangkuanmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s