Pekat

Aku bagai mengais cahaya kelu pusaramu
Aku bagai menyibak darah beku kafanku
Kuratap rindu terpaku nestapa
Kurangkai luka meradang kelam
Aku tak henti senandungkan ratapmu
Aku tak surut alunkan kematian
kutancap bahagia dalam luka merona
kuhembus harapan dalam kehampaan
Dan aku menyongsong dentingan tiap sudut
tiap sudut yang tak dapat kudaki lagi
namun tetap kutatap alunan mesra dari pusaramu
Dan aku memeluk nikmat tikaman belatimu
ketika kerinduan musnahkan sinarmu
Kemana aku hendak mengejarmu
Dimana aku hendak membelaimu
Aku bertanya pada kegelapan
Aku bicara pada hitam pekat cintaku—

by. Kit Rose

Ilustrasi Image Google

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s