-|AIR|MATA|mu-
Ketika Rindu bertanya tentang hitam yang kau paparkan
Itulah kebodohan dan tulinya Rindu. Katamu.
Ribuan bodoh untuk Rindu.
Ketika Rindu bertanya tentang putih yang kau ikrarkan
Itulah putihmu di atas kedunguan Rindu.
Masih katamu. Sayang.
Dan ketika Rindu bertanya tentang kebenaran yang kau janjikan
Rindulah sang buruk tak pantas untuk benarmu.
Lalu di mana dirimu? Wahai sang maha.
Apa hanya dibalik putihnya kulit paha?
Atau di dalam benarnya jilatan lidah rakusmu?
Ketika Rindu bertanya tentang kesungguhan ucapanmu
Lalu mengapa kau berlari dan bersembunyi?
Kini ijinkan Rindu berkata pada kata dan tubuh kotornya. Saja.
Kau hanyalah sang maha di dalam belahan saja
Bukan kedalaman jiwa.
Dan airmatamu akan mengalir deras
Untuk tiap inci belahan.
- M.H -

Keinginan yang marah-marah ini mbak.
Banyak sekali kata-katamu yang bisa kucuri neh.
“Lalu di mana dirimu? Wahai sang maha.
Apa hanya dibalik putihnya kulit paha?
Atau di dalam benarnya jilatan lidah rakusmu?”
WoW!
hehehehe ambillah sesukamu mbak Yayag YP
Ini daku juga boleh pinjem
Ada novelnya ini
aku ikutan mba yayag ah tante, mau nyolong kata2 dsni ..
sadisssss hehehehe
sukaaaa skaleee
Hai Ajeng,,,
Sampai juga di sini dikau
Ambil juga sesukamu, pilih yang paling sadis
kalau kurang sadis ntar aku buatin yang baru
yg mnggetarkan hati donkk
buatkan yg mnggetarkan hati donk mba ajeng,trima yach permintaanku
Mbak Ajeng-nya sudah pulang Mas…