- Puisi Novel Melukis Langit Babak Ketiga -
Puniawati mengemasi barang-barangnya dengan hati gundah. Liburan yang sudah dia janjikan pada anak-anaknya tak bisa ditawar lagi. Sedang hatinya menatap bayangan kelam dalam mimpi-mimpi yang tak pernah berhenti singgah dalam tidurnya. Tiga bulan sudah perusahaan mereka yang di Surabaya tidak mengirimkan laporan keuangan. Beban baginya bukanlah hanya karena semua harta dan uang simpanan mereka sudah ditanamkan di sana…
*Untuk mengikuti kisahnya pesan segera novelnya

Menyapa Mba Kit Rose..sambil mengangkat secangkir kopi tubruk menikmat misteri dalam kegelapan, tiada kenal kegelapan tiada kenal kebeningan.
salam hangat
Hadeuh,,, indahnya malam ini…
Terima Mas Singgih Swasono sudah jauh2 ke sini.
Yup setuju, Tiada kenal kebeningan dan keheningan jika tak mengenal kegelapan.
Mari bersulang kopitnya Mas