“Mendung & Badai”


Puisi Novel Melukis Langit Babak Pertama

Ketika Mendung & Badai Mulai Datang

 

Hendra duduk menatap gelap di teras rumahnya. Asap rokok tak pernah berhenti mengepul dari bibirnya. Matanya menerawang dingin pada kegelapan malam. Mencoba mencari ketenangan namun tak kunjung datang. Hatinya masih mendidih oleh pertengkaran di kantor malam lalu dan siang ini. Istrinya, Puniawati, menganggap sikapnya seperti anak kecil dan tidak bertanggung jawab. Sikap yang tak diharapkan Hendra.

2 Respon untuk “Mendung & Badai”

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s