Sahabat Cinta

SAHABAT,
bagai tangan dan mata.
Tak akan keduanya saling menyakiti.
Jika salah satu di antara tangan sengaja melukai mata,
penggal saja salah satunya, agar mata tetap dapat melihat cahaya cinta, di sana berpendar. kutitip untukmu. sahabatku di atas awan.

SAHABAT,
bagai angin kau datang tiba-tiba,
mengisi cakrawala, akhiri kerinduan panjang,
dan kini kau pergi dengan cepat meninggalkan tanda tanya.
Kan kuarungi samudra dan kutemui kau di ujungnya, sampai bulan mengabarkan padaku bahwa di sana pun tiada berujung. tiada dirimu,
Jika engkau ingin mengerti, kini tak ada apapun yang dapat dijelaskan,
dari gurun nan damai, karena di sana hanya ada gersang,
menaungi gelora jiwa dan bilur asmara.

Dan jika kau ingin peduli,
kini kutemukan dirimu,
aku terbangun lesu dan ingin melepas lelah di sandaran sudut kasihmu,
dan aku tak akan mengaduk dan mengurai apapun juga,
dari cawan penuh sajian gelora asmara,
aku di sini menikmati apa adanya,
sampai kita berjalan ke arah yang sama,
dengan hati penuh gelora,
dalam satu lumatan cinta

by Kit Rose

Ilustrasi Image Google

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s